home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pengukuhan Dua Guru Besar Fakultas MIPA USU

Pengukuhan Dua Guru Besar Fakultas MIPA USU

Dipublikasi Pada

25 Februari 2025

Dipublikasi Oleh

Achmad Darmawan, S.I.Kom

Pengukuhan Dua Guru Besar Fakultas MIPA USU
Thumbnail Pengukuhan Dua Guru Besar Fakultas MIPA USU
Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, mengukuhkan dua Guru Besar FMIPA USU: Prof. Dr. Syahrul Humaidi (Fisika) dan Prof. Dr. Sovia Lenny (Kimia). Acara ini menandai peningkatan jumlah Guru Besar USU dan kontribusi mereka dalam ilmu material dan senyawa flavonoid.

HUMAS FMIPA – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, mengukuhkan Guru Besar Tetap dari FMIPA di Gelanggang Mahasiswa USU pada Selasa (25/02/2025), yakni Prof. Dr. Drs. Syahrul Humaidi, M.Sc., dari Program Studi Fisika dalam Bidang Material Fungsional/Superkonduktor dan Prof. Dr. Sovia Lenny, S.Si., M.Si., dari Program Studi Kimia dalam Bidang Natural Product Chemistry and Flavonoid. Acara pengukuhan dihadiri oleh Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., selaku Rektor USU dan jajarannya, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, para Guru Besar, para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan USU, dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta para undangan, termasuk keluarga, teman sejawat, dan mahasiswa.  

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan ini adalah bagian dari capaian signifikan USU dalam meningkatkan jumlah Guru Besar. Sejak tahun 2021, terdapat penambahan sebanyak 120 Guru Besar di USU. Rektor mengatakan prosesi ini sebagai motivasi untuk terus berkontribusi dalam menghasilkan luaran tridarma yang bermanfaat dan memiliki peran penting dalam memberikan solusi atas permasalahan di masyarakat. “Prosesi hari ini merupakan bagian dari capaian bertambahnya jumlah Guru Besar USU. Selama empat tahun, penambahan Guru Besar sebanyak 120 orang. Ini bukan hanya selebrasi, tetapi sekaligus memberi penguatan motivasi untuk terus berkontribusi menghasilkan luaran tridarma yang bermanfaat untuk memberi solusi mengatasi masalah yang terjadi di masyarakat,” tutur Prof. Muryanto Amin.

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Drs. Syahrul Humaidi, M.Sc., menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Perkembangan Superkonduktor Suhu Tinggi di Era 4.0”. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa era revolusi industri 4.0 yang akan disusul dengan era 5.0 menuntut perkembangan drastis bidang digitalisasi dan otomatisasi. Diperlukan langkah penyeimbang komponen-komponen pendukung era 4.0, termasuk perkembangan ilmu bahan. “Kita berpacu untuk menghasilkan bahan maju dan sangat maju (advanced material) dalam mengantisipasi perkembangan di era 5.0. Penelitian bahan superkonduktor harus tetap diupayakan dalam usaha mencari temperatur kritis yang optimum. Penelitian lanjut dapat berupa pencarian bahan dasar baru (precursor), doping baru (new doping agent), modifikasi pembuatan, atau perluasan metode yang telah ada. Alternatif lain yang sangat mungkin dilakukan adalah peningkatan unjuk kerja (performance) dari bahan superkonduktor yang telah dihasilkan. Dengan demikian, biaya operasional aplikasi teknik bahan superkonduktor dapat menjadi lebih luas. Dengan adanya penemuan temperatur kritis yang lebih tinggi, efisiensi mendekati 100% bukanlah hal yang mustahil. Semakin tinggi temperatur kritis (diharapkan mendekati suhu ruangan), biaya operasional akan menjadi lebih hemat dan efisien di era 4.0 dan 5.0. Lebih jauh, penemuan temperatur kritis baru (tertinggi) bahan superkonduktor ini akan membuka peluang untuk hadiah Nobel bidang Fisika di masa depan,” jelas Prof. Syahrul.  

 

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, Prof. Dr. Drs. Syahrul Humaidi, M.Sc., menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar yang telah mendukungnya hingga mencapai posisi Guru Besar. “Ucapan terima kasih khusus dan istimewa kepada dua insan yang paling berjasa dalam hidup saya, Ayahanda Alm. Dipauddin bin Buyung Samik bin Utu dan Ibunda Almh. Nurham Nst binti Bongsu Hamzah. Walaupun perjuangan ayahanda terhenti sampai semester tujuh program sarjanaku, semua energi dan doa yang telah ayahanda berikan padaku menjadi modal yang sangat berarti. Anakmu akan tetap berusaha menjadi orang yang berguna bagi orang lain sesuai dengan keinginanmu, ayah. Bangga pernah memiliki ayah yang tangguh. Aku akan terus berusaha menjadi kebanggaanmu, ayah, sampai akhir hayatku. Untuk Ibunda yang senantiasa melimpahkan kasih sayang, perhatian, keikhlasan, kesabaran, dan doa-doa yang tulus untukku. Maafkan jika sampai akhir hayat bunda, anakmu ini belum mampu walau sedikit membalas tetesan air susu yang telah menjadi darah dagingku. Semua tetesan keringat dan perjuangan ayahanda dan ibunda, biarlah menjadi amal baik dan bibit pahala di sisi Allah SWT. Teringin sangat untuk bersujud di hadapan ayah dan bunda, namun hanya doa yang dapat ananda panjatkan. Semoga ayahanda dan bunda mendapat tempat sebaik-baik tempat di sisi-Nya. Amin YRA,” ungkapnya.

 

Prof. Syahrul juga menyampaikan ungkapan tulus kepada istri tercinta, Hj. Sri Medina, S.H., “perempuan hebat setelah ibunda saya, yang selalu setia mendampingi saya dalam suka maupun duka, bersama dalam doa dan air mata. Insan istimewa yang menjadi motivasi dan inspirasi hidup saya, insan yang terus menerus memberikan motivasi dan dukungan penuh sepanjang perjalanan karir saya dan senantiasa menyemangati saya untuk mencapai dan sampai di puncak jabatan guru besar ini. Semoga kebersamaan kita sampai ke Jannah-Nya Allah SWT.”

 

Kepada anak-anaknya tercinta, Abdurrasyid Aulia Rahman, S.Kom., M.Kom.; Abulkhair Asrul Abdurrahim, S.Kom.; dan Achmad Yusuf Barmawi, S.Kom., Prof. Syahrul berpesan, “Jadikan pencapaian ayah pada hari ini menjadi motivasi untuk pengembangan kepribadian kalian ke masa depan. Jadilah insan yang berguna bagi sesama. Jangan lupa tetap mendoakan kami, ayah dan bunda kamu, di setiap kesempatan. Semoga Allah senantiasa memberkahi keluarga besar kita dunia dan akhirat. Aamiin YRA.”

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Sovia Lenny, S.Si., M.Si., juga menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Senyawa Flavonoid: Alternatif Alami untuk Mencegah Penyakit Degeneratif”. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa senyawa metabolit sekunder tanaman, seperti flavonoid, alkaloid, dan terpenoid, memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi, termasuk farmasi, makanan, dan industri. “Senyawa-senyawa tersebut digunakan dalam pengobatan tradisional selama berabad-abad dan terus menjadi sumber yang berharga untuk pengembangan produk baru. Senyawa flavonoid dikenal karena kemampuannya untuk menangkap radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif, yang merupakan faktor penyebab utama dalam perkembangan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Dengan mengurangi kerusakan oksidatif pada sel, flavonoid dapat membantu memperlambat proses degenerasi dan melindungi sel-sel dari kerusakan yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular dan kanker,” jelas Prof. Sovia.

 

Prof. Sovia menambahkan, “Senyawa flavonoid memiliki potensi besar sebagai nutraceutical dalam pencegahan dan pengobatan penyakit degeneratif, berkat mekanisme antioksidan, efek perlindungan jantung, dampak positif terhadap kesehatan otak, dan peran dalam mengurangi peradangan. Sumber utama flavonoid meliputi buah-buahan (seperti jeruk, apel, dan berries), sayuran (seperti bawang, brokoli, dan tomat), teh (terutama teh hijau), serta anggur. Sehingga penting untuk menjaga asupan flavonoid dalam diet harian untuk memaksimalkan pemanfaatannya.”

 

Ungkapan terima kasih dan penghormatan teristimewa dari hati yang terdalam, Prof. Sovia sampaikan kepada Ayahanda Mukarramin (Alm) dan Ibunda Rabiah Jamil (Almh). “Tidak terlukiskan limpahan kasih sayang, perhatian, keikhlasan, kesabaran, dan doa-doa yang tulus dipanjatkan yang melapangkan jalan bagi saya dalam meniti karir serta senantiasa menggapai Ridha Ilahi. Pengorbanan dan motivasi mereka untuk terus menuntut ilmu dunia dan akhirat, semoga perjuangan Ayahanda dan Ibunda tercinta ini menjadi amal jariyah yang tidak putus-putusnya hingga di akhirat kelak. Aamiin Ya Rabbal A'lamin,” ujarnya.

 

Terima kasih juga disampaikan kepada ayah dan ibu mertua, Bapak Djafri Amran (Alm) dan Ibu Artati (Almh), serta seluruh keluarga atas doa dan kasih sayangnya. “Semoga Allah SWT selalu mencurahkan Rahmat dan kasih sayang-Nya. Aamiin YRA,” tambahnya.

Ungkapan tulus juga disampaikan kepada suami tercinta, Hariman, S.T., “yang selalu setia mendampingi saya dalam suka maupun duka, dan memberikan dukungan penuh sepanjang perjalanan karir saya, serta senantiasa menyemangati untuk mencapai guru besar ini.”

 

Kepada saudara-saudara kandungnya, Kakanda Novriadi, M., dan keluarga, Nilma Dewi dan keluarga, serta Adinda Anton Wijaya dan keluarga, Prof. Sovia menyampaikan terima kasih atas dukungan doa dan kasih sayang yang memunculkan semangat dalam meniti pencapaian ini. “Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh keluarga besar saya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Terima kasih yang tak terhingga atas dukungan, semangat, dan doanya. Sungguh, kebersamaan kita selama ini membuat ikatan antara kita semakin kuat dan saling menyayangi,” tutupnya.

HUMAS FMIPA

Berita