FMIPA USU - Medan
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) mengukuhkan tiga Guru Besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam dua acara di Gelanggang Mahasiswa USU. Acara pertama berlangsung pada Kamis (26/10/2023) dengan pengukuhan Prof. Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Program Studi Kimia. Acara kedua digelar pada Rabu (01/11/2023) untuk pengukuhan Prof. Dr. Etti Sartina Siregar, S.Si., M.Si. dari Program Studi Biologi dan Prof. Dr. Andriayani, S.Pd., M.Si. dari Program Studi Kimia.
Acara ini dihadiri oleh Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., beserta jajaran universitas, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, para Guru Besar, Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan USU, dosen, tenaga kependidikan, serta undangan yang terdiri dari keluarga, teman sejawat, dan mahasiswa. Dalam sambutannya, Rektor mengucapkan selamat kepada para Guru Besar yang baru dikukuhkan dan menyampaikan harapan agar mereka terus berkarya mendukung pencapaian visi USU sebagai World Class University. “Kami menunggu karya inovasi Saudara agar terus mendukung USU sebagai World Class University, terutama dalam menata dan memperkuat ekosistem pendidikan,” ujar beliau.

Prof. Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D. dalam pidato pengukuhannya berjudul "Nanoselulosa: Biomaterial Primadona Indonesia di Masa yang Akan Datang" menyoroti potensi nanoselulosa sebagai bahan utama untuk sensor cerdas, tekstil berkelanjutan, dan kemasan ramah lingkungan. Beliau menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pengembangan sensor berbasis selulosa, memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah. Dalam pidatonya, Prof. Saharman menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi dan dukungan, termasuk kedua orang tua, istri, dan keempat anaknya. “Dukungan dan penyertaanmu atas karirku sebagai dosen sungguh luar biasa dan tak terhingga,” ungkapnya.
![]() | ![]() |
Selanjutnya, Prof. Dr. Etti Sartina Siregar, S.Si., M.Si. menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Kekayaan Lumut Hati (Marchantiophyta) Sumatera Utara dan Prospek Manfaatnya". Beliau menyoroti tingginya jumlah jenis lumut hati baru yang ditemukan di Sumatera sebagai bukti kurangnya eksplorasi terhadap tumbuhan ini. Prof. Etti mengajak semua pihak untuk meningkatkan penelitian dan konservasi habitat lumut hati, mengingat ancaman degradasi hutan di Sumatera Utara yang dapat mengurangi keragaman jenisnya. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada rekan sejawat, Dekan FMIPA, dan almarhum suaminya, Drs. Suprin Hasibuan, yang telah memberikan dukungan penuh sepanjang karirnya.
![]() | ![]() |
Prof. Dr. Andriayani, S.Pd., M.Si. menutup acara dengan pidato pengukuhannya yang berjudul "Silika Mesopori sebagai Bahan Perangkap Karbon Dioksida Menuju Indonesia Nol Emisi Karbon". Beliau menekankan pentingnya kontribusi Indonesia dalam mencapai netralitas karbon pada tahun 2060 melalui berbagai inovasi, salah satunya pengembangan silika mesopori sebagai bahan efektif untuk menangkap emisi karbon dioksida. Dalam pidatonya, Prof. Andriayani mengucapkan terima kasih kepada keluarga, kolega, serta almarhum ayah dan ibunya atas motivasi yang mereka berikan untuk pencapaian ini.
Acara pengukuhan ini menjadi momen bersejarah bagi FMIPA USU, memperkuat dedikasi para Guru Besar dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian di Indonesia.
HUMAS FMIPA



