home icon
search icon
menu icon

> Berita > FMIPA USU Tambah 1 Guru Besar Tetap

FMIPA USU Tambah 1 Guru Besar Tetap

Dipublikasi Pada

24 Januari 2025

Dipublikasi Oleh

Achmad Darmawan, S.I.Kom

FMIPA USU Tambah 1 Guru Besar Tetap
Thumbnail FMIPA USU Tambah 1 Guru Besar Tetap
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) mengukuhkan Prof. Dr. Drs. Kerista Tarigan, M.Eng.Sc. sebagai Guru Besar Tetap dalam Teknologi Material Elektronik. Dalam pidatonya, beliau menyoroti potensi grafena berbasis limbah biomassa untuk aplikasi di sektor energi, baterai, dan biomedis.

HUMAS FMIPA – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengukuhkan Guru Besar Tetap dari FMIPA di Gelanggang Mahasiswa USU pada Jumat (24/01/2025), yakni Prof. Dr. Drs. Kerista Tarigan, M.Eng.Sc., dari Program Studi Fisika dalam bidang Teknologi Material Elektronik.

Acara pengukuhan dihadiri oleh Rektor USU beserta jajarannya, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, para Guru Besar, Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan USU, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan, termasuk keluarga, teman sejawat, dan mahasiswa.

 

 

Dalam sambutannya, Rektor USU menyampaikan apresiasi kepada para Guru Besar yang baru dikukuhkan atas kontribusi mereka dalam mendukung kemajuan universitas, khususnya di bidang akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Beliau juga menyebutkan bahwa selama periode 2024 hingga 2025, USU telah mengukuhkan total 52 Guru Besar Tetap. Capaian ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan universitas. Selain itu, para Guru Besar diharapkan untuk terus mempertahankan kualitas dan keunggulan akademik dalam bidang masing-masing.

Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan global yang semakin pesat. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan ke depannya harus selaras dengan dinamika global dan kemajuan teknologi.

 

 

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Drs. Kerista Tarigan, M.Eng.Sc., menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Peran Fisikawan dalam Perkembangan Teknologi Material Elektronik Berbasis Limbah Biomassa di Masa Depan. Dalam pidatonya, beliau menyoroti tantangan utama dalam pengembangan grafena, yaitu bahwa material ini tidak tersedia secara alami dan harus disintesis. Salah satu alternatif sintesisnya adalah menggunakan biomassa dari limbah pertanian, limbah plastik, dan sebagainya.

 

Grafena merupakan material karbon dua dimensi berlapis tunggal dengan struktur atom karbon hibridisasi sp² yang tersusun dalam pola heksagonal dengan jarak antar bidang 0,335 nm serta sistem elektron terkonjugasi yang tumpang tindih setebal satu atom. Grafena dapat diperoleh melalui metode pirolisis biomassa. Namun, grafena berbasis biomassa umumnya memiliki konduktivitas rendah, sehingga diperlukan proses pendopingan untuk meningkatkan konduktivitas hingga melampaui logam tembaga.

 

Berdasarkan karakteristik dan analisis XRD, puncak lebar dan lemah pada 2θ = 23,32° untuk GNS mengonfirmasi keberhasilan sintesisnya. Hasil FTIR menunjukkan bahwa elektroda berbasis grafena berlapis nano dengan Ni memiliki luas permukaan dan konduktivitas yang meningkat. Selain itu, rasio massa dalam komposisi Ni/GNS dan GNS memberikan peningkatan efisiensi daya listrik pada elektroda. Oleh karena itu, biomassa—khususnya cangkang kelapa—memiliki potensi besar sebagai bahan elektroda jika dibandingkan dengan elektroda komersial pada baterai primer. Ke depan, material ini berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut dalam sektor energi, baterai, konstruksi, biomedis, dan lain sebagainya.

 

Di akhir pidatonya, Prof. Dr. Drs. Kerista Tarigan, M.Eng.Sc., menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga yang telah mendukungnya hingga mencapai posisi Guru Besar. Beliau secara khusus mengucapkan terima kasih kepada almarhum ayahnya, Nampe Tarigan Sahing, dan almarhumah ibunya, Naik Br Sitepu, serta kepada mertuanya, J.U. Barus dan almarhumah P. Br Ginting, yang senantiasa mendoakan kesuksesan kariernya. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada istri tercinta, Ir. Juliana Br Barus, serta ketiga anaknya, Stefiana K. Br Tarigan, A.Md., David Inganta Pulung Tarigan, dan Klarisana Br Tarigan, atas dukungan dan doa yang tiada henti.

 

HUMAS FMIPA  

Berita