home icon
search icon
menu icon

> Berita > Rektor USU Kukuhkan 3 Guru Besar Tetap dari FMIPA USU

Rektor USU Kukuhkan 3 Guru Besar Tetap dari FMIPA USU

Dipublikasi Pada

06 Desember 2024

Dipublikasi Oleh

Achmad Darmawan, S.I.Kom

Rektor USU Kukuhkan 3 Guru Besar Tetap dari FMIPA USU
Thumbnail Rektor USU Kukuhkan 3 Guru Besar Tetap dari FMIPA USU
Rektor USU melantik tiga Guru Besar FMIPA dalam acara khidmat di Gelanggang Mahasiswa USU, Jumat (06/12/2024). Mereka adalah Prof. Dr. Marpongahtun, Prof. Dr. Minto Supeno, dan Prof. Dr. Kiki Nurtjahja.

HUMAS FMIPA - Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, mengukuhkan tiga Guru Besar dari FMIPA di Gelanggang Mahasiswa USU pada Jumat (06/12/2024). Ketiga Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Marpongahtun, M.Sc. dari Program Studi Kimia, Prof. Dr. Kiki Nurtjahja, M.Sc. dari Program Studi Biologi, dan Prof. Dr. Minto Supeno, M.S. dari Program Studi Kimia. Acara pengukuhan dihadiri oleh Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., selaku Rektor USU dan jajarannya, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, para Guru Besar, para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan USU, dosen dan tenaga kependidikan, serta para undangan yang terdiri atas keluarga, teman sejawat, dan mahasiswa.

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para Guru Besar yang baru dilantik atas kontribusi mereka dalam mendukung kemajuan universitas, khususnya di bidang akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. “Para Guru Besar ini adalah aset utama yang akan memperkuat ekosistem pendidikan dan riset di Universitas Sumatera Utara,” ujar Rektor USU.

Dalam pidatonya, Rektor USU memaparkan berbagai pencapaian universitas, termasuk peningkatan peringkat pada QS Asia Rankings yang kini berada di posisi ke-329, serta capaian pada kategori Life Sciences and Medicine, yang berhasil menembus peringkat ke-601 dunia. Beliau menyebutkan bahwa USU terus memperkuat posisinya dalam bidang ilmu teknik dan sains, yang menjadi salah satu prioritas pengembangan.

“Guru Besar tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pengajaran, tetapi juga dalam menciptakan riset inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mereka adalah motor penggerak perubahan,” tutur Prof. Muryanto.

Prof. Dr. Marpongahtun, M.Sc., menyampaikan pidato pengukuhannya dengan judul “Fotokatalis Berkelanjutan: Memanfaatkan Carbon Dots dari Biomassa Lokal untuk Aplikasi Lingkungan”. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa karbon dot merupakan perkembangan inovatif dalam fotokatalisis berkelanjutan karena sumbernya yang dapat diperbaharui. Karbon dot dapat disintesis dari sumber biomassa yang melimpah dan terbarukan, seperti limbah pertanian dan makanan. Hal ini mengurangi ketergantungan pada bahan yang berasal dari fosil dan memanfaatkan aliran limbah, mengubahnya menjadi produk bernilai tinggi. Dengan memanfaatkan prekursor organik, sintesis karbon dot selaras dengan tujuan pengelolaan sumber daya berkelanjutan dan pengurangan limbah. Selain itu, dampak lingkungan yang rendah dapat dicapai pada sintesis hijau karbon dot yang menekankan efisiensi energi, reaksi berbasis air atau bebas pelarut, dan penghapusan reagen berbahaya. Praktik-praktik ini secara signifikan mengurangi jejak lingkungan dari produksi karbon dot dibandingkan dengan bahan fotokatalitik tradisional seperti yang hanya menggunakan titanium dioksida (TiO2), yang memerlukan proses intensif energi dan prekursor yang tidak terbarukan.

 

Pada kesempatan yang mulia ini, Prof. Dr. Marpongahtun, M.Sc., mengucapkan terima kasih, hormat, dan penghargaan kepada yang hadir dan yang telah memberikan motivasi, dukungan, dan doa dalam berkarier serta meningkatkan kompetensinya. Terutama penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk kedua orang tua yang memberikan keteladanan dan doanya. Lalu, kepada keluarga saya, suami saya tercinta, Dr. Mahmud, M.Sc., kedua putri saya, Anisa Ammar, ST, dan dr. Hafizhalaila Ammar, M.Ked (Rad), yang sudah setia mendampingi saya dalam suka maupun duka. Selain itu, Prof. Dr. Marpongahtun, M.Sc., juga mengucapkan terima kasih kepada dosen dan tendik yang telah memberikan dukungan secara teknis. 

 

 

Prof. Dr. Minto Supeno, M.S., menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Menurunkan Angka Oktan dan Sifat Fisis Bioethanol Menggunakan Filler Getah CPO untuk Membuat Bahan Bakar Bioethanol E85 sebagai Cadangan Energi Terbarukan Indonesia". Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya bioethanol. Sebagai negara penghasil sawit terbesar di dunia, penggunaan turunan CPO (Crude Palm Oil) sebagai bahan baku dalam bioethanol dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. Penggunaan CPO dalam bioethanol, khususnya E85, memiliki beberapa keuntungan, yaitu dapat mengurangi emisi karbon, dapat mendiversifikasi sumber energi untuk mengurangi bahan bakar fosil, mengurangi impor BBM, dan meningkatkan ketahanan energi nasional. CPO sebagai bahan baku pembuatan bioethanol dapat memaksimalkan sumber daya alam lokal yang melimpah, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit. Penggunaan bioethanol E85 dapat menurunkan angka oktan dan memiliki stabilitas sifat fisiknya lebih kompetibel dengan mesin, sehingga dapat diterapkan secara luas.

 

Pada kesempatan yang berbahagia ini, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang sudah mendukung beliau hingga mencapai posisi Guru Besar hari ini. Terima kasih kepada ayahanda, Miskandar, sebagai pahlawan dan teladan yang luar biasa untuk keluarga. Ibunda tercinta, Supiah, yang sudah berjuang untuk anak-anaknya. Istri saya tercinta, Dra. Dwitri Saulina, M.Si., yang selalu memberikan dukungan, cinta, dan kehangatan sehingga saya selalu bersemangat dalam menjalani karir saya. Kepada anak-anak saya, Puspa Ayu Maretha dan Arya Saka Wicaksono, terima kasih atas kesabaran dan dukungan kalian.

Prof. Dr. Kiki Nurtjahja, M.Sc., menyampaikan pidatonya yang berjudul "Mikotoksin dan Ketahanan Pangan". Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa produksi aflatoksin oleh galur-galur A. flavus pada bahan pangan merupakan respons cendawan terhadap medium tumbuh atau jenis pangan dan lingkungan di sekitar bahan pangan seperti suhu, pH, dan kelembapan udara relatif. Pengelolaan keamanan pangan (Food Safety Management System) dilakukan untuk mempertahankan kualitas pangan sehingga kerusakan fisik, kimia, dan biologis selama penyimpanan dapat dihindari.

Pada kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang sudah mendukung beliau selama ini hingga beliau sampai di titik ini. Terutama kepada istri tercinta, Dra. Sartini, M.Sc., yang setia mendampingi saya dalam suka maupun duka, memberi motivasi dan dukungan penuh sepanjang perjalanan karier saya. Terima kasih kepada anak tercinta, drg. Aditya Eka Nurcahya, yang telah memberikan pengertian, pengorbanan, kasih sayang, kebersamaan, dukungan, dan doa kepada saya. Serta terima kasih kepada Civitas Akademika Universitas Sumatera Utara, khususnya FMIPA USU, yang telah mendukung saya untuk mencapai titik ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU, di Ruang Serbaguna Lt. 1 Unit 8. Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga dan rekan dari masing-masing Guru Besar yang dikukuhkan hari ini, serta pimpinan bersama seluruh Civitas Akademika FMIPA USU.

 

HUMAS FMIPA

Berita